BLORA – Warga meminta Bupati Blora Arief Rohman untuk turun tangan.
Menindaklanjuti dampak pencemaran yang diakibatkan pabrik pengolahan batu kapur di kecamatan Jiken, Blora oleh PT. Pentawira.
Warga sekitar Luluk mengatakan warga meminta beberapa hal.
Yang pertama terkait serapan tenaga kerja lokal.
Agar warga sekitar pabrik diutamakan dipekerjakan.
"Baik yang memiliki keahlian (skill) maupun yang tidak (unskill). Khususnya bagi warga yang masih produktif. Sangat sederhana, mereka berharap bisa mengisi posisi-posisi seperti pekerja di kantin atau tukang bersih-bersih," katanya.
Sebab menurutnya dengan adanya pabrik itu diharapkan bisa mengangkat derajat ekonomi warga.
Untuk itu ia ingin Bupati Blora, Arief Rohman mencari solusi atas berbagai keluhan yang mereka hadapi.
"Pak Bupati, kami semua warga yang ada di Kedung Serut Desa Jiken, mengeluhkan adanya debu, bising dari PT Pentawira. Mohon Pak Bupati memberi solusinya buat warga di sini. Kami rakyat kecil, Pak, tidak bisa apa-apa. Ke sana-ke sini tidak ada tanggapan sama sekali. Hanya disuruh sabar-sabar dan sabar," ungkap Luluk.
Disisi lain, ternyata warga di ring 1 tidak pernah dimintai tanda tangan perizinan pendirian pabrik, sampai dengan saat ini.
Hanya saja, sejumlah warga pernah diminta tanda tangan untuk pengeboran sumur air. Itu pun hanya beberapa warga.
"Sampai saat ini tidak ada dari pihak pabrik yang datang menemui warga untuk berkoordinasi terkait operasional atau dampak yang ditimbulkan," ujar Ketua RT 7 Selamet.
Baca Juga: Berkunjung ke Blora Rektor UNY Survei dan Diskusi Bareng 8 Perguruan Tinggi Swasta
Warga lain, Jasmani, berharap agar warga bisa berkesempatan duduk bersama dengan Pemkab Blora untuk menjembatani komunikasi dengan pihak pabrik. (tos/nana)
Editor : Syaiful Amri