Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kerajinan Bonggol Kayu Jati Blora Diminati Dunia, Pesanan Ekspor Berdatangan

Eko Santoso • Senin, 28 Juli 2025 | 23:35 WIB
MELESAT: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora (kanan) bersama Direktur CV Wreksa Indonesia, Widyasintha Cokronegoro (kiri) saat berbincang di Gedung IKM Jepon
MELESAT: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora (kanan) bersama Direktur CV Wreksa Indonesia, Widyasintha Cokronegoro (kiri) saat berbincang di Gedung IKM Jepon

BLORA – Kerajinan bonggol kayu jati Blora diminati pasar dunia. Pesanan datang dari berbagai negara.

Seperti Amerika Serikat, Austria, Belanda, Afrika Selatan, Selandia Baru hingga Kanada.

Tak ayal kini para pengrajin terus kebanjiran order. Sebagaimana yang dialami CV Wreksa Indonesia yang menaungi lebih dari 20 industri kecil menengah (IKM) di Blora.

Direktur CV Wreksa Indonesia, Widyasintha Cokronegoro mengatakan, sampai Agustus nanti ia sudah mendapat pesanan sampai tujuh kontainer untuk dikirim ke berbagai negara.

Dengan produk unggulan kursi, meja, dan perabotan lain.

"Per hari ini nilai ekspornya sekitar 1,5 miliar," ucapnya.

Pihaknya sebenarnya fokus pada pemasaran dan finishing. Melibatkan IKM dari berbagai daerah di Blora.

Seperti dari Ngliron, Seren, Nglebur dan lainnya.

"Jadi temen-temen IKM yang buat, kita bantu pasarkan," tambahnya.

Sejauh ini pihaknya telah mengirim pesanan ke berbagai negara. Seperti Afrika Selatan, Belanda, Amerika, Austria, hingga Kanada.

"Dulu awalnya Afrika Selatan setahun lalu, tapi gak full kontainer. Kemudian Belanda, Amerika. Kalau Austria rutin setiap bulan. Nah Bulan ini kita tiga kontainer. New Zealand 2, 1 Kanada," tuturnya.

Menurutnya keberhasilan menarik pembeli dari berbagai negara itu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora.

Terutama setelah mengikuti ajang IFEX (Indonesia International Furniture Expo) 2025.

Pihaknya mengikuti ajang itu setelah diberi informasi dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora.

"Awal mulanya mengikuti IFEX iseng-iseng nyoba sama temen. Kami dikurasi dan diarahkan DinasPerindustriandanPerdaganganProvinsiJawaTengah. Akhirnya kami lolos," imbuhnya.

Setelah dinyatakan lolos mengikuti pameran tingkat internasional itu ia sempat bingung terkait biaya. Hingga akhirnya dibantu Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora.

"Saat pameran IFEX, kita langsung dapat buyyer. Dibayar pakai dollar di tempat," tambahnya.

Saat pameran itu ia memasang tulisan Blora.

Dari situ orang-orang luar negeri tertarik.

Sebab mereka mengerti Blora terkenal penghasil jati terbaik.

"Mereka mikirnya berarti harusnya lebih murah ini karena dari sumbernya gitu," jelas dia.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto mengatakan pemerintah daerah harus memberikan dukungan lebih kepada para perajin yang memiliki potensi ekspor.

Bentuk dukungan bisa dalam kebijakan dan anggaran.

Dari sisi kebijakan bisa dengan membuat pameran di tingkat kabupaten dengan kerjasama berbagai pihak sehingga bisa menarik dan mengundang para pembeli luar negeri.

Sementara dari sisi anggaran, menurut Siswanto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum ADKASI itu pemerintah bisa mengalokasikan dana untuk mendukung perajin agar bisa mengikuti pameran tingkat internasional.

Sebab hal itu perlu akomodasi.

"Kami akan berdiskusi nanti dengan pak Bupati supaya titik-titik yang bisa menghasilkan cuan, bisa menghasilkan ekspor, mendorong ekspor dan perdagangan ini menurut saya harus diperkuat ya dari APBD untuk ke sana ikut pameran luar negeri, ikut pameran internasional yang ada di dalam negeri tetapi skalanya internasional," tambahnya. (tos/amr)

Editor : Syaiful Amri
#ekspor #Bupati Blora Arief Rohman #Bonggol Kayu Jati #DPRD Blora #blora #kayu jati