Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Komitmen Bupati Blora : Panen Padi Unggul Hasil Sekolah Lapang

Arif Fakhrian Khalim • Rabu, 25 Juni 2025 | 20:57 WIB

 

PANEN PADI - Bupati Blora Arief Rohman saat panen padi di Kelurahan Jepon. ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADARPATI.ID
PANEN PADI - Bupati Blora Arief Rohman saat panen padi di Kelurahan Jepon. ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADARPATI.ID
 

BLORA - Komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendorong kemajuan sektor pertanian terus diwujudkan melalui berbagai program.

Salah satunya kegiatan panen yang dihasilkan para peserta pelatihan Sekolah Lapang Padi, yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora.
‎

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, bahwa Sekolah Lapang merupakan proses belajar mengajar yang melibatkan partisipasi aktif petani dalam menggali dan menemukan fakta, menganalisa, berdiskusi, serta mengambil keputusan bersama berdasarkan pengalaman usaha taninya.

Kegiatannya dipandu langsung oleh petani atau penyuluh pertanian di lapangan.


 Baca Juga: Wadul Bupati Karena Sulit Cairkan Simpanan, BMT Harum Disarankan Segera Gelar RAT

“Sekolah Lapang adalah wujud nyata dari proses pembelajaran berbasis pengalaman. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama dalam mendorong transformasi pertanian menuju kemandirian pangan,” jelasnya.
‎


Ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan berinovasi dalam memajukan pertanian Blora.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat bersama untuk mengakselerasi kedaulatan pangan, dari Blora untuk Indonesia,” ucapnya.

 Baca Juga: Sambut Mahasiswa KKN IPB, UGM dan STTR Cepu, Bupati Blora Minta Pemetaan Permasalahan Desa

Kepala DP4 Blora Ngaliman mengatakan, bahwa pada program Sekolah Lapang ini diperkenalkan varietas unggul yang sesuai dengan agroklimat Blora, khususnya untuk sawah tadah hujan pada musim tanam kedua (MT-2). Salah satu varietas yang yakni adalah M70D, padi super genjah yang dapat dipanen dalam waktu sekitar 70 hari, serta Inpari 50 sebagai varietas pembanding.  

“Hasil panen yang dicapai sangat menggembirakan. Varietas M70D menghasilkan 6,08 ton/hektare, Varietas Inpari 50 menghasilkan 7 ton/hektare. Ini capaian yang sangat baik dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas program Sekolah Lapang di berbagai wilayah Kabupaten Blora,” ungkapnya. 
‎
‎‎ 

Salah satu petani peserta Sekolah Lapang Rasiman yang juga Ketua Kelompok Tani setempat mengungkapkan rasa syukurnya.

Baca Juga: Lima BUMD Grobogan Sudah Setor Deviden, Jumlahnya Mencapai Rp 34 Miliar, Berikut Rinciannya

Menurutnya, program ini sangat membantu petani dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, termasuk pelatihan pembuatan pupuk organik dan insektisida alami yang langsung dipraktikkan di lapangan.
‎
‎

“Hasilnya sangat bagus. Dari lahan satu hektare dengan varietas M70D, kami bisa panen 6,08 ton gabah kering. Semoga program ini bisa terus diperluas,” ujar Rasiman.
‎
‎

Diketahui, Kelurahan Jepon menerapkan program ini dengan area seluas 25 hektare yang dikelola oleh 9 kelompok tani. Saat ini, harga gabah di musim panen MT-2 juga stabil di kisaran Rp 6.500 per kilogram. (ari)

Baca Juga: Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Rembang Rampung, Siap Diluncurkan Secara Nasional

Editor : Abdul Rochim
#panen padi #Bupati Blora Arief Rohman #Pemkab Blora #petani #blora #pertanian