BLORA - Desa Singonegoro Kecamatan Jiken miliki potensi alam yang menarik bernama Bukit Serut.
Tempat itu sempat ramai dan viral sebelum adanya Covid 19.
Di bukit tersebut masyarakat bisa melihat Blora dari dataran atas.
Terdapat berbagai hiasan dan pernak pernik. Tempat nongkrong dan berswafoto.
Hiasan-hiasan itu seperti patung-patung, karya seni, juga penataan pepohonan yang menarik.
Bahkan sempat dikunjungi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beberapa tahun lalu.
Bupati Blora Arief Rohman dan Kapolres Blora kala itu.
Kepala Desa Singonegoro, Sarji mengatakan, potensi wisata di desanya memang beragam.
Dari perbukitan hingga potensi jati.
Termasuk budaya dan kerajinan.
Hanya kurang sentuhan kreatifitas.
"Bukit Serut itu dulu pernah ramai banget. Tapi sekarang sudah mati suri. Karena gak ada sentuhan kreatifitas. Pernah coba dihidupkan tapi masih belum bisa kembali ke kejayaan," jelasnya.
Terlebih menurutnya akses jalan kurang mendukung sehingga jadi hambatan.
Warga perlahan malas datang ke tempat wisata itu.
Sarji mengatakan, Bukit Serut pernah mendapatkan dana banprov sebesar Rp 100 juta dalam pengembangannya.
Sebenarnya lahannya milik Perhutani yang di kelola oleh Karang Taruna Desa Singonegoro sejak 2019.
Kemudian ditambah dengan dana swadaya masyarakat dan dikerjakan secara gotong royong.
"Dulu pas peresmian itu dikunjungi langsung sama mantan Gubernur Jateng, Pak Ganjar. Rame dulu mas,’’ ujarnya.
Namun dalam perkembangannya justru makin ditinggalkan. Lantaran kurang inovasi dan sentuhan kreativitas.
"Untuk kekurangan di wisata bukit serut ini ialah kurangnya inovasi kuliner yang di gandrungi anak muda, dan kurangnya peran anak muda dalam hal pengelolaan," imbuhnya. (tos/amr)
Editor : Syaiful Amri