Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Harga Tanah Melonjak Tinggi, Jadi Penghambat Masuknya Investasi Skala Besar Di Blora

Arif Fakhrian Khalim • Jumat, 30 Mei 2025 | 20:15 WIB
INDUSTRI PABRIK: Pekerja pabrik beras yang tengah melakukan pengemasan di Kecamatan Ngawen.
INDUSTRI PABRIK: Pekerja pabrik beras yang tengah melakukan pengemasan di Kecamatan Ngawen.

BLORA - Kendala masuknya investasi berskala besar di Kabupaten Blora yakni harga jual tanah melonjak.

Hal itu mengakibatkan sektor industri enggan membangun pabrik di Blora.

Bupati Arief Rohman mengakui adanya kenaikan lahan di wilayah Blora.

Masalahnya itu paling utama terkait kesiapan lahan.

“Kami sudah punya kawasan peruntukan industri (KPI) tapi ketika investor datang dan berminat, seketika itu harga lahan meningkat. Sehingga investor yang mau beli itu mendal dengan garga yang tiba-tiba dinaikkan,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk urusan izin bakal dipermudah dan tenaga kerja itu Blora sangat tersedia.

Terlebih, Blora itu wilayah yang tanggung dari segi jarak.

“Banyak investor yang menghitung jarak wilayah dengan alat transportasi. Meliputi pelabuhan di Semarang atau Rembang,” ujarnya.

Arief Rohman juga mengaku akan menawarkan kemudahan akses yaknj jalan Getas Blora tembus Ngawi itu memudahkan investor untuk lebih dekat dengan jalan tol.

Ia juga akan memberikan insentif pada para investor jika ingin berinvestasi di Blora.

“Kami tawar-tawarkan beberapa tanah terkait di lahan pasar lama dan beberapa tanah lainnya. Mungkin yang terbaru akan segera kami launching PT Pentawira di Jiken,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka berikan formula jika ingin investasi masuk maka semua elemen harus bergerak.

Menurutnya, semua pihak harus terlibat aktif maka kolaborasi menjadi keharusan.

‘’Sekarang yang perlu kita lakukan adalah kolaborasi. Alhamdulillah, legislatif cukup gesit. Ketua DPRD rutin berkomunikasi dengan bupati. Intinya, kita tidak bisa bekerja sendiri,’’ tegas pria yang akrab disapa Mas Candra itu.

Ia mencontohkan bagaimana komunikasi lintas struktur sudah mulai dijalankan, baik oleh dirinya, Pak Siswanto, Mbah Dasum, hingga anggota dewan lainnya.

Semua diminta memanfaatkan jejaring politik dan komunikasi vertikal dengan pimpinan di atasnya.

“Ini semua agar langkah kita sinkron. Blora punya potensi besar, harusnya bisa bersaing dengan daerah lain. Pakai relasi-relasi dan jejaring ke pusat juga sangat dianjurkan,’’ ujarnya. (ari/amr)

Editor : Syaiful Amri
#lowongan kerja #investor #tenaga kerja #pabrik #Bupati Blora Arief Rohman #investasi #blora