CEPU, BLORA – Plang dengan informasi pembangunan sekolah rakyat diCepu Blora keliru. Lantaran mencantumkan nilai anggaran Rp332 miliar.
Sehingga menimbulkan banyak tanda tanya masyarakat.
Sebelumnya Kementrian Pekerjaan Umum memulai proyek pembangunan sekolah rakyat di Kelurahan Balun Kecamatan Cepu.
Dengan memanfaatkan bekas bangunan SDN 4 Balunyang tak terpakai.
Dalam plang itu dijelaskan jika itu merupakan pekerjaan renovasi sekolah rakyat tahap 1.
Yang dikerjakan oleh penyedia jasa Nindya - Adhi KSO dengan nilai anggaran Rp332 miliar.
Dimulai pada 10 Mei 2025 dengan masa kontrak 60 hari kalender dari anggaran APBN 2025.
Dari plang itu menimbulkan tanda tanya dan multi tafsir.
Ada yang heran, mengapa untuk membangun satu sekolah menghabiskan anggaran sampai ratusan miliar.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kabupaten Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi menyebut pihaknya telah mengkonfirmasi ke kementrian. Lantaran ia juga kaget anggarannya besar.
"Setelah konfirmasi ke PU, ternyata itu untuk 63 titik," paparnya.
Atas dasar itu, plang tersebut segera dirubah.
Pihaknya meminta agar Kementrian PU mencantumkan titik-titik pembangunan sekolah rakyat secara keseluruhan sehingga tidak memunculkan multi tafsir dan kekeliruan.
"Itu anggaran untuk seluruh Indonesia tahap 1 ini. Bukan hanya di Balun saja," tuturnya.
Menurutnya untuk tahap 1 ini di provinsi Jawa Tengah hanya ada dua kabupaten yang mendapatkan anggaran untuk pembangunan sekolah rakyat.
"Jateng tahap 1 hanya Blora dan megalang. Ini nanti untuk jenjang SMA. Dua rombel," imbuhnya. (tos/amr)
Editor : Syaiful Amri