Tanpa menganggu kemampuan fiskal pemkab.
Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan pemilihan hutang di Bank Jateng bukanlah tanpa sebab.
Sebab berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dianggap terbaik.
"Penilaian lewat appraisal. Kita sebelumnya ada Beauty contest. Ada Bank Jateng, BJB, SMI, dan BSI," katanya.
Bank-bank tersebut kemudian mengajukan penawaran. Penawaran itu dinilai oleh KJPP.
Hasilnya Bank Jateng dianggap terbaik.
"Dari sisi nilai dan bunga hasilnya paling tinggi," imbuhnya.
Menurutnya pelunasan diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu tiga tahun.
Hal ini serupa dengan utangan pemkab pada 2021 lalu.
"Waktu itu kita pinjaman 150 miliar selesai 3 tahun. Nah ini nanti sama. Sebelum masa jabatan habis selesai," tuturnya.
Menurutnya melihat keuangan daerah hal itu sangat dimungkinkan.
Terlebih bila berkaca dari kacamata PAD dan pendapatan lain.
"Kita saat ini juga sedang berjuang terkait dana bagi hasil lagi. Saya kira cukup. Strategi pinjaman ini dalam rangka mempercepat infrastruktur," tambahnya.
Skema pinjaman ini sengaja dimaksimalkan di awal pemerintahan keduanya lantaran dianggap akan berdampak positif dalam berbagai hal.
Dari sisi ekonomi hingga infrastruktur.
"Jadi dari pada kita ecer-ecer per tahun lebih baik maksimalkan di awal. Karena kita yakin dengan di awal ini akan berdampak bidang lain," tuturnya. (tos/amr)
Editor : Syaiful Amri