BLORA, RadarPati.ID – Nasib pilu menimpa Listiana, istri Sumar, korban jatuhnya crane di proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora.
Hingga kini, ia belum menerima bantuan beasiswa pendidikan untuk kedua anaknya.
Sementara kondisi suaminya yang mengalami patah tulang parah membuatnya tak bisa bekerja.
Baca Juga: Blora Gaspol! Target Panen Ditingkatkan, Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional?
Baca Juga: GEMPAR! Gen Z Blora Kini Punya Suara di Musrenbang, Siap Ubah Masa Depan Daerah?
Anaknya satu mondok di pesantren, dan satu lagi mau lulus SD.
"Saya bingung bagaimana membiayai mereka," keluh Listiana saat ditemui di rumahnya, Senin (17/3).
Yang lebih memilukan, gaji mingguan Rp 520 ribu yang ia terima dari proyek hanya berlaku sampai pembangunan selesai.
Setelah itu? Tidak ada kepastian.
Sementara, biaya pendidikan anak-anaknya terus berjalan.
Listiana menyebut telah menerima bantuan dari berbagai pihak.
Baca Juga: Ribuan Honorer di Blora Terancam Dirumahkan! Nasib Guru & Tenaga Kesehatan di Ujung Tanduk?
Seperti Baznas Blora dan RS PKU, namun tidak ada tali asih atau kompensasi resmi terkait kecelakaan tersebut.
Bahkan, ia menyebut hingga kini belum ada bantuan dari Pemkab Blora maupun Muhammadiyah.
"Bupati juga belum ke sini," ungkapnya.
Kini, Listiana hanya bisa berharap ada pihak yang peduli dengan nasib pendidikan anak-anaknya.
Baca Juga: Bongkar! Benarkah Takaran BBM di SPBU Blora Curang? Ini Hasil Investigasinya!
Sampai kapan mereka harus menunggu uluran tangan? (ari/him)
Editor : Abdul Rochim