Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Harga Cabai di Blora Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram. Kok Bisa?

Zakarias Fariury • Kamis, 13 Maret 2025 | 02:41 WIB
ILUSTRASI: Salah satu pedagang cabai keriting di Pasar Blimbing, Kota Malang. (Satria Cahyono/Radar Malang)
ILUSTRASI: Salah satu pedagang cabai keriting di Pasar Blimbing, Kota Malang. (Satria Cahyono/Radar Malang)

RADARPATI.ID - Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Blora mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga ini dirasakan oleh pedagang dan pembeli di Pasar Rakyat Jepon, salah satu pasar utama di wilayah tersebut.

Kesi (32), seorang pedagang cabai rawit merah di Pasar Rakyat Jepon, mengungkapkan bahwa harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp 80 ribu per kilogram.

"Dua hari lalu harga cabai masih sekitar Rp 60 ribu per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Kenaikan ini cukup terasa bagi kami sebagai pedagang," ujarnya saat ditemui, Rabu (12/3/2025).

Menurut Kesi, lonjakan harga ini berdampak langsung pada jumlah pembelian oleh konsumen. Ia menyebutkan bahwa pembeli kini lebih memilih membeli cabai dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

"Biasanya ada yang beli dalam jumlah besar, tetapi karena harga naik, kebanyakan hanya membeli sekitar Rp 5 ribu saja. Mereka lebih berhati-hati dalam membeli karena harga yang mahal," jelasnya.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh para pembeli, salah satunya Siti Aminah (43), warga Blora yang mengaku harus mengurangi jumlah pembelian cabai rawit merah.

Meskipun demikian, ia tetap memilih jenis cabai ini karena sensasi pedasnya yang khas.

"Saya tetap membeli cabai rawit merah karena lebih pedas dibandingkan jenis cabai lain. Kalau dibuat sambal, sedikit saja sudah cukup untuk memberi rasa pedas yang kuat," terangnya.

Namun, Aminah berharap harga cabai rawit merah dapat segera kembali normal agar masyarakat tidak terbebani dengan biaya kebutuhan pokok yang semakin tinggi.

"Mudah-mudahan harga bisa segera turun lagi, supaya belanja kebutuhan dapur tidak terlalu mahal," harapnya.

Kenaikan harga cabai rawit merah ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pasokan yang terbatas akibat musim penghujan yang berdampak pada hasil panen.

Selain itu, distribusi dari petani ke pasar juga dapat mengalami hambatan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pedagang.

Sejauh ini, pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menekan lonjakan harga tersebut.

Namun, pedagang dan konsumen berharap adanya intervensi dari pihak terkait guna menstabilkan harga komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. (ury/him)

Editor : Abdul Rochim
#cabai #harg kebutuhan pokok #bahan pangan #sembako #harga #blora