RADARPATI.ID - Kabupaten Blora kini resmi memiliki wakil bupati baru setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora menetapkan Sri Setyorini sebagai wakil bupati terpilih.
Penetapan ini merupakan bagian dari hasil Pilkada Blora yang berlangsung pada 2024, di mana Sri Setyorini mendampingi Arief Rohman sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Dalam pemilihan kepala daerah tersebut, pasangan Arief Rohman dan Sri Setyorini meraih kemenangan mutlak dengan memperoleh 395.827 suara atau 83,75 persen dari total suara sah.
Dengan perolehan suara yang dominan, keduanya resmi ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Blora untuk periode 2025-2030.
Prosesi pelantikan Arief Rohman dan Sri Setyorini telah digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).
Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di Kabupaten Blora, yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor pembangunan daerah.
"Alhamdulillah, saya dengan Bu Rini dinyatakan sehat dan siap untuk mengikuti prosesi pelantikan nanti tanggal 20," ujar Arief Rohman saat ditemui di Hotel Grand Mega Cepu, Blora, Jawa Tengah, Senin (17/2/2025).
Profil Sri Setyorini: Dari Dunia Bisnis ke Dunia Politik
Sri Setyorini, yang akrab disapa "Budhe Rini," lahir di Blora pada 29 Mei 1959. Ia merupakan sosok yang cukup dikenal, terutama karena latar belakangnya sebagai pengusaha sukses.
Selain itu, ia juga memiliki hubungan keluarga dengan tokoh nasional, yakni Jenderal (Purn) Pol. Agus Andrianto, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sri Setyorini lebih dahulu membangun karier sebagai pengusaha di sektor konstruksi.
Baca Juga: Profil Lengkap dan Potret Iris Wullur yang Cantiknya Kebangetan
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (GAPENSI) Blora selama lebih dari satu dekade, yakni dari tahun 2000 hingga 2011.
Kariernya terus berkembang ke tingkat provinsi, di mana ia dipercaya sebagai Sekretaris Umum BPD GAPENSI Jawa Tengah pada periode 2017-2022, dan kemudian menjabat sebagai Bendahara Umum BPD GAPENSI Jawa Tengah untuk periode 2022-2027.
Selain berkiprah di GAPENSI, Sri Setyorini juga aktif di organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah, di mana ia berperan sebagai pengurus hingga saat ini.
Di sektor bisnis, Sri Setyorini dikenal sebagai seorang pengusaha yang memiliki berbagai jabatan strategis.
Ia menjabat sebagai Direktur CV Karina, sekaligus Komisaris Utama RS Permata Blora untuk periode 2024-2029. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Komisaris Blora Karsa Karya Energi.
Total Kekayaan Sri Setyorini Mencapai Rp 5,3 Miliar
Sebagai pejabat publik, Sri Setyorini telah melaporkan kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 Agustus 2024.
Berdasarkan laporan tersebut, total harta kekayaan yang dimilikinya mencapai Rp 5.343.291.739 atau sekitar Rp 5,3 miliar.
Adapun rincian kekayaan yang dimiliki Sri Setyorini adalah sebagai berikut:
1. Tanah dan bangunan senilai Rp 3 miliar,
2. Alat transportasi dan mesin senilai Rp 510 juta,
3. Surat berharga senilai Rp 266 juta,
4. Kas dan setara kas senilai Rp 2,067 miliar,
5. Utang senilai Rp 500 juta.
Baca Juga: Wacana ASN Ngantor Tiga Hari, Ternyata Ini Tujuan di Baliknya!
Sebagai seorang pengusaha dengan pengalaman panjang di sektor bisnis, Sri Setyorini diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pemerintahan daerah.
Kepemimpinannya sebagai wakil bupati diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat Blora.
Kini, setelah resmi menjabat sebagai Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menghadapi tantangan besar dalam membantu Bupati Arief Rohman mewujudkan visi pembangunan daerah.
Publik pun menantikan gebrakan kebijakan yang akan diambil demi kemajuan Kabupaten Blora dalam lima tahun mendatang.
Editor : Abdul Rochim