BLORA, RADARPATI.ID – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memfasilitasi pendampingan kepada para peserta tes CPNS dan PPPK yang gagap teknologi (gagap teknologi).
Upaya ini diberikan kepada utamanya yang berusia lanjut agar tak gagal dalam hal administrasi.
Kepala BKD Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono mengatakan, jika langkah ini sebagai upaya agar tidak ada lagi calon peserta seleksi tidak bisa mendaftar karena gagap teknologi.
"Ini upaya kami untuk membantu memudahkan saja," jelasnya.
Heru menjelaskan, pendampingan dan fasilitasi di antaranya dengan membantu pembuatan akun, upload dokumen, membantu pembuatan lamaran serta konsultasi.
"Untuk tesnya nanti tahap 1 dilaksanakan di Graha Unesa Surabaya sebanyak 4 orang, hari ini (9/12). Kemudian tanggal 12 dan 13 Desember dilaksanakan di Hotel MG Setos Semarang dengan jumlah peserta 1.049 orang," bebernya.
Diketahui masih tingginya jumlah tenaga honorer yang belum berstatus PNS maupun PPPK di Kabupaten Blora, diharapkan bisa terselesaikan di tahun 2024 ini.
Untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Blora membuka 2.950 lowongan PNS dan PPPK.
Heru merinci, jika tahun ini pihaknya membuka 2.950 lowongan dengan rincian 208 CPNS dan 2.687 PPPK.
"Dari 2.950 ini dibagi menjadi dua tahap, tahap 1 dan tahap 2. Untuk seleksi tahap 1, ada 1.055 peserta. Dibagi menjadi beberapa formasi. Tahap 1 itu merupakan tenaga honorer K2 prioritas," jelas Heru.
Sementara itu, untuk tahap 2 diikuti 1.687 peserta.
Heru menambahkan, dalam rangka untuk meminimalisir kesalahan, BKD mengambil langkah membuatkan template, contoh lamaran, contoh pernyataan, dan menyediakan helpdesk kepada peserta seleksi, selama pendaftaran mulai jam 07.30 - 17.00 WIB.
"Dengan harapan, tidak ada lagi peserta yang memenuhi syarat, ada yang tidak akhirnya tidak memenuhi syarat (TMS)," bebernya.
Heru berharap, dengan dibukanya ribuan lowongan formasi CPNS dan P3K akan menyelesaikan pekerjaan rumah tenaga honorer. (tos/ali/amr/izza).
Editor : Syaiful Amri