Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Ratusan Warga Blora Masih Tinggal di Daerah Rawan Bencana

Syaiful Amri • Minggu, 8 Desember 2024 | 03:58 WIB
KEWASPADAAN: Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati dan Kalaksa BPBD Blora Muluowati mengecek kesiapan tim siaga dan kendaraan evakuasi.
KEWASPADAAN: Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati dan Kalaksa BPBD Blora Muluowati mengecek kesiapan tim siaga dan kendaraan evakuasi.

BLORA, RADARPATI.ID - Ratusan warga di Kabupaten Blora terancam masuk dalam wilayah rawan bencana.

Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora telah memetakan sebaran wilayah rawan bencana.

Hal itu disampaikan pada saat apel siaga bencana di Alun-alun Blora kemarin.

Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyowati mengatakan, berdasarkan pemetaaan wilayah yang dilakukan BPBD dan tim itu ada ratusan warga yang tinggal di lokasi rawan bencana.

Jumlahnya tersebar di beberapa wilayah.

”Setidaknya ada 551 warga yang berada di wilayah rawan bencana. Bencana ini meliputi banjir, longsor hingga angin puting beliung,”ujarnya.

Ia menjelaskan, ada kecamatan yang rawan bencana hanya banjir, dan ada yang rawan puting beliung.

”Kalau Kecamatan Cepu itu rawan banjir. Sedangkan untuk Kecamatan Jati, Randublatung, Cepu dan Jepon.

Hal itu yang patut kami waspadai bersama,” ucapnya.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati yang memimpin apel siaga menyampaikan agar semuanya bisa memberikan edukasi ke masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hal itu lantaran sudah memasuki musim penghujan, dan akan mencapai puncak musim hujan pada Desember 2024 dan Februari 2025.

Di mana potensi bencana seperti banjir, dan longsor patut diwaspadai.

”Ini menjadi kewajiban kita untuk senantiasa mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, tanah longsor, termasuk mewaspadai terjadinya cuaca ekstrim,” terangnya (ari/him/amr/cori)

Editor : Syaiful Amri
#wilayah rawan bencana #Ratusan warga #edukasi ke masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan #Badan Penanggulangan Bencana Daerah #BPBD