Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Menikmati Hasil TMMD Reguler, Warga di Desa Sidomulyo, Blora Tersenyum

Syaiful Amri • Senin, 4 November 2024 | 18:43 WIB
LANCAR: Warga Dusun Kedung Kenongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, melewati jalan makadam hasil TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 Kodim 0721/Blora.
LANCAR: Warga Dusun Kedung Kenongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, melewati jalan makadam hasil TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 Kodim 0721/Blora.

BLORA, RadarPati.ID - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-122 di Kabupaten Blora langsung dirasakan masyarakat.

Mereka kini bisa melintasi jalan pintas yang sudah dimakadam, tanpa harus memutar sampai satu jam.

Eko Santoso, Blora, Radar Kudus

HUJAN semalam tak lagi jadi soal, layaknya puluhan tahun belakangan.

Rombongan warga tampak mengendarai motor melakukan aktivitas harian.

Ada yang hendak ke ladang, ke kantor, mengantar anak sekolah, hingga mencari pakan untuk ternak kesayangan.

Bayangan lumpur dan jalan licin seketika hilang. Mereka melaju dengan nyaman dan tenang.

Senyum mengembang. Wajah berseri terpancar saat mereka melintasi jalan pintas dari Dusun Kedung Kenongo menuju jalan raya Blora-Randublatung.

Itu semua dulu hanya mimpi, kini jadi nyata berkat pembangunan TMMD Reguler ke-122 di Kabupaten Blora.

Sebelum ada TMMD, jalur ini masih berupa jalan setapak yang sulit diakses. Hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.

Makin parah saat musim hujan, karena berlumpur dan licin. Dampaknya, nyaris 1.000 warga yang tinggal di dusun ini harus memutar melewati empat desa untuk aktivitas harian.

Mereka harus menempuh jarak nyaris 20 km untuk bisa sampai ke kota. Memerlukan waktu hingga 1 jam lebih. Berkat TMMD kesulitan dan kemalangan itu sirna.

Kini warga bisa memangkas jarak tempuh tinggal 2 kilometer saja dan hanya cukup 15 menit untuk keluar dari dusun.

Gimin, 46, warga Dukuh Kedung Kenongo, Desa Sidomulyo benar-benar merasakannya.

Ia bisa melintasi jalan sepanjang 1,7 Kilometer dan lebar 3 meter itu dengan motor meski semalam hujan.

Pagi itu ia ke ladang sekaligus mencari pakan untuk ternaknya.

“Dulu jalan ini berlobang, kalau sudah hujan menjadi becek dan berlumpur sehingga sulit dilalui.

Sekarang jalannya sudah bagus dan nyaman untuk dilewati. Terima kasih Bapak TNI,” ujarnya.

Kepala Desa Sidomulyo Suyatman menjelaskan manfaat pembangunan jalan makadam itu langsung terasa.

Jalan tersebut membuka akses. Menghubungkan Desa Sidomulyo ke Desa Klopoduwur, Semanggi, dan Jatisari.

Sekaligus mendekatkan akses dari Kecamatan Banjarejo ke Randublatung.

Warga langsung memanfaatkan karena sekarang bisa dilalui motor dan kendaraan roda empat.

"Lewat jalan tersebut memangkas jarak, sehingga nilai ekonomisnya tinggi.

Ini bisa membuka jalur ekonomi. Warga bisa mendistribusikan hasil pertanian lebih cepat dan dekat," imbuhnya.

Ia pun berharap ke depan ekonomi di desa tersebut bangkit.

Dari desa miskin menuju desa mandiri. Karena sudah tidak terisolasi.

DISAMBUT GEMBIRA: Sejumlah anak-anak di Sidomulyo mandi dari air sumur bor program TMMD Reguler ke-122.
DISAMBUT GEMBIRA: Sejumlah anak-anak di Sidomulyo mandi dari air sumur bor program TMMD Reguler ke-122.

Selain jalan, warga juga tampak sudah memanfaatkan tiga sumur bor yang juga dibangun lewat TMMD.

Tampak ibu-ibu mengambil air. Mereka menggunakan ember hingga jerigen.

Bahkan anak-anak kegirangan mandi di kran yang airnya bersumber dari sumur tersebut usai bermain seharian.

Tak segan seorang anggota Kodim 0721/Blora ikut melarutkan diri. Mereka ceria. Tertawa dan bahagia menikmati air yang terus mengalir.

"Tiga titik sumur bor ini sangat membantu. Pas di lokasi yang kerap kekeringan. Kalau kemarau warga harus mengambil ke desa lain. Atau sebagian beli air bagi yang mampu," ujar Suyatman.

Dandim 0721 Blora Letkol Czi Yuli Hartanto menjelaskan TMMD ke 122 Kodim 0721/Blora ada tiga sasaran. Yakni sasaran fisik, non fisik, dan sasaran tambahan.

Sasaran Fisik selain pembangunan jalan makadam, juga ada pembangunan jembatan dengan panjang 6 meter x lebar 3,7 meter.

Disusul pembangunan talud di tiga titik dan pembangunan sumur bor 3 unit.
Sedangkan sasaran nonfisik berupa penyuluhan-penyuluhan. Seperti penyuluhan wawasan kebangsaan penyuluhan lalu lintas, pendampingan industri rumah tangga (UMKM), penanggulan bencana alam, penyuluhan hasil pertanian, pelestarian lingkungan, dan lain-lain.

"Serta sasaran tambahan berupa program unggulan dari Kasad yakni, rehab RTLH sebanyak 9 unit dan bantuan rumah 1 unit," paparnya.

Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro (Pangdam IV/Diponegoro) Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi yang hadir dalam acara penutupan TMMD Reguler Ke- 122 tahun 2024 Kodim 0721/Blora pada Kamis (31/10) menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya program TMMD dengan baik.

Serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun daerah.

“TMMD ini bertujuan membantu Pemda mewujudkan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya di pedesaan dan daerah terpencil,” ujar Pangdam. (*/ali/amr/cori)

Editor : Syaiful Amri
#memanfaatkan tiga sumur bor #bisa melintasi jalan pintas yang sudah dimakadam #TMMD #Bayangan lumpur dan jalan licin seketika hilang #TNI Manunggal Membangun Desa