BLORA, RADARPATI.ID – Pilkada di Blora makin panas, selain adu visi misi, strategi, juga ketatnya kekuatan finansial di antara dua Paslon.
Pasangan Arief Rohman-Sri Setyorini (Asri) unggul tipis dibandingkan Abu Nafi-Andika Adhikrisna (Abdi).
Dilansir dari laman E-LHKPN sebenarnya kekayaan terbesar dimiliki Abu Nafi dengan 6.025.299.968.
Namun jika secara akumulasi per pasangan, Asri lebih unggul, namun tipis hanya Rp 400 juta.
Arief Rohman memiliki kekayaan Rp 3.660.472.306 dan Sri Setyorini Rp 5.343.291.739.
Bila dijumlahkan menjadi Rp 9 miliar.
Sementara Abu Nafi Rp 6.025.299.968 dan Andika Rp 2.583.473.266.
Bila dijumlahkan menjadi 8,6 Miliar.
Komisioner Divisi Teknis KPU Blora Ahmad Solikin mengatakan, LHKPN sebagai salah satu persyaratan pencalonan.
Sehingga memang harus melaporkan.
"Hasilnya bisa diakses di laman E-LHKPN," katanya.
Baca Juga: Kakek Penyelamat Kereta Api Jadi Sorotan, Arief Rohman Beri Apresiasi
Ia juga menjelaskan, ada perbedaan waktu pelaporan dari kedua paslon.
Yaitu dari kedua calon bupati, keduanya ialah pejabat publik di 2023.
Sedangkan calon wakil bupati bukan seorang pejabat publik.
"Tahun lalu Mbah Abu anggota DPRD Provinsi Jateng, sedangkan Mas Arief Bupati Blora. Jadi keduanya laporan di 2023 sebagai pejabat publik. Sedangkan wakil bupati di laporan 2024. jadi laporannya lewat KPUD sebagai calon kepala daerah," tuturnya.
Menurutnya, untuk unggahan LHKPN terbaru nantinya tergantung para pihak masing-masing. (TOS)