BLORA, RADARPATI.ID – Sempat gagal berkali-kali, kini ada investor yang tertarik lagi untuk mengelola Goa Terawang.
Rencananya, ikon wisata Kabupaten Blora itu, akan dikembangkan agar makin menarik.
Saat ini, potensi kerja sama itu berproses. Menunggu kesepakatan antara pihak Perhutani KPH Blora sebagai pemilik lahan dan investor.
Adm Perhutani KPH Blora Yeni Ernaningsih menjelaskan, sudah kerap beberapa investor tertarik pengembangan wisata di Goa Terawang.
Namun sayangnya selalu gagal. Namun, belakangan ini ada satu investor yang serius.
Ia menjelaskan, satu investor yang tertarik kali ini, memiliki tawaran-tawaran. Seperti akan ada pengembangan Goa Terawang untuk dibuat semenarik mungkin.
”Nanti tetap seperti ini (bentuknya seperti semua). Tapi ada pengembanan wahana. Ada spot foto mungkin yang dikemas semenarik mungkin," ungkapnya.
Menurutnya, gua ini merupakan ikon Kabupaten Blora. Salah satu wisata di Kota Sate yang ramai pengunjung.
Sangat prospek jika dikembangan. ”Contohkan saat Lebaran. Banyak pemudik yang berkunjung ke sana (Goa Terawang, Red),” katanya.
Menurutnya, hal itu lantaran ada daya tarik unik.
Seperti keindahan goa melalui stalakmit dan stalaktit serta pemandangan di dalamnya yang unik dengan ray of light (ROL) atau cahaya matahari masuk yang membentuk garis.
Hutannya juga masih ada satwa liar seperti kera.
”Sempat beberapa kali investor tertarik. Namun nggak jadi. Sebenarnya nggak ada kendala, tetapi kurang ada kecocokan saja. Terutama soal waktu dan nominal," tuturnya.
Menurutnya, memang dari Perhutani memiliki ketentuan.
Misalnya, kerja sama dengan investor jangka waktu pengelolaan tak boleh lebih dari dua tahun. Kemudian secara nominal di bawah Rp 1 miliar.
”Ada aturan dari pusat (Perhutani) begitu," tuturnya.
Meski demikian, menurutnya hal itu bisa disikapi. Seperti dalam klausul kontrak kerja sama bisa dilakukan kemungkinan perpanjangan masa pengelolaan.
”Karena itu sifatnya wana wisata. Ada aturan mengikat. Seperti tidak boleh mengubah fungsi dan ada batasan pembangunan sarana," imbuhnya.
Goa itu punya potensi besar untuk dikembangkan, sehingga mengangkat nama Blora. (tos/lin)
Editor : Abdul Rochim