BLORA, RADARPATI.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dalam menurunkan angka stunting terus digencarkan.
Program intervensi serentak menunjukkan angka stunting di Blora mencapai 6,46 persen atau 3.097 balita dalam kondisi stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edy Widayat melalui Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Blora Eny Kurniati menyampaikan, cakupan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program intervensi serentak pencegahan stunting memuaskan. Menggunakan alat ukur dan timbangan yang standar kesehatan.
”Kami sudah melaksanakan penimbangan di 25 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan menggunakan alat anthropomethry. Dari partisipasi tersebut, mendapatkan angka 6,46 persen," jelasnya.
Ia menerangkan, tugas dan fungsi Dinas Kesehatan Blora hanya sebatas intervensi spesifik. Ada 29 indikator intervensi. Di antaranya, penyediaan terkait pelayanan balita serta penyediaan data balita stunting dan gizi kurang.
”Tak hanya itu, kami juga melakukan intervensi kepada remaja. Dengan menyosialisasikan minum tablet tambah darah. Sedangkan untuk intervensi sensitif ada pada kewenangan dinas lainnya sesuai tugas dan fungsi," ujarnya.
Terpisah, Bupati Blora Arief Rohman meminta kepada semua pihak, mulai dari PKK, pemerintah desa (pemdes), dan forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) untuk mengawal hal-hal yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di Kota Sate.
”Kami sangat berharap semua pihak bisa terus ikut mengawal penyelesaian angka stunting, penuntasan, dan pengembalian anak tidak sekolah (ATS).
Termasuk pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal untuk menanggulangi kemiskinan hingga pemetaan bantuan lansia dan difabel," tuturnya. (ari/lin/ade)
Editor : Alfian Dani