BLORA, RADARPATI.ID - Pedagang Pasar Ngawen mulai mengeluhkan debu dari sisa puing-puing bangunan yang terbakar.
Hingga kemarin sisa kebakaran tak kunjung dibersihkan, sehingga para pedagang menganggap pemda terkesan tidak segera menindaklanjuti pembangunan pasar.
Sri Sumarni pedagang Pasar Ngawen mengeluhkan dagangannya yang berdebu dan kotor.
Ia mengaku, debu yang menempel di dagangannya berasal dari dalam pasar. Tepatnya puing-puing bangunan.
"Dagangan ini harus sering-sering dibersihkan dan ditutupi plastik. Ada debu dari dalam (bangunan pasar.Red) dan asap motor yang lewat. Jadi sering kotor dan berubah warna jadi hitam," ucapnya.
Ia juga mengatakan, kapan pasar bisa ditempati kembali. Semuanya sampai saat ini semua pedagang mendirikan kios di luar pasar. Pinggir jalan raya.
"Kios-kios dadakan di jalanan ini sebenarnya panas dan sering macet kalau ada becak atau motor yang bersimpangan. Tidak nyaman sekali kalau jualan di pinggir jalan raya ini. Tapi mau gimana lagi harus tetap cari rezeki," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DindagkopUKM) Blora Kiswoyo melalui Kabid Pasar DindagkopUKM Blora Margo Yuwono mengatakan, pemkab senantiasa mengupayakan agar pembangunan Pasar Ngawen segera terealisasi.
Namun, upaya itu harus menunggu persetujuan kementerian pusat. Pasalnya, dana pembangunan secara total terlalu banyak.
"Kami sudah mengupayakan untuk mengambil tindakan lelang aset Pasar Ngawen yang terbakar.
Untuk proses lelang tidak dilakukan DindagkopUKM melainkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora," ucapnya.
Ia menambahkan, untuk tahap lelang pertama mengalami kegagalan. Lantaran pihak pemenang lelang tidak melunasi sesuai waktu yang telah disepakati.
"Selanjutnya akan dilakukan pelelangan ulang untuk puing-puing bangunan. Upaya ini dilakukan sesuai prosedur lelang.
Pedagang harus bersabar dan menunggu hasil yang diupayakan," tuturnya. (ari/ali)
Editor : Abdul Rochim