Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bersih Desa Gedangdowo Blora Diwarnai Tawuran Nasi Berkat, Gak Bahaya Ta?

Eko Santoso • Minggu, 26 Mei 2024 | 02:17 WIB

 

SALING LEMPAR: Warga Gedangdowo, Jepon, antusias mengikuti sawuran sego berkatan saat acara sedekah bumi kemarin. (SUPRI UNTUK RADAR KUDUS)    
SALING LEMPAR: Warga Gedangdowo, Jepon, antusias mengikuti sawuran sego berkatan saat acara sedekah bumi kemarin. (SUPRI UNTUK RADAR KUDUS)  

BLORA, RADARPATI.ID – Ratusan warga Desa Gedangdowo, Kecamatan Jepon, tumpah ruah di makam Desa Gedangdowo.

Mereka menggelar tradisi sawuran sego berkatan. Tradisi turun temurun nenek moyang yang terus dilestarikan.

Tradisi itu digelar dalam rangka sedekah bumi. Ada dua gunungan berisi jajan khas dan nasi berkat yang dibungkus daun jati yang disiapkan.

Gunungan dan sego berkat itu yang kemudian diperebutkan warga.

Tak hanya diperebutkan, warga juga saling serang. Apa yang mereka dapatkan kemudian dilempar ke warga lain.

Seperti layaknya orang perang. Seorang warga setempat, Dela Anggraeni, senang dengan digelarnya tradisi yang turun temurun itu.

Sebab asyik dan menggembirakan. "Tentunya sangat senang kalau ada tradisi seperti ini. Seru," jelasnya.

Menurutnya tradisi itu sudah ada bertahun-tahun. Ia pun tak pernah kelewatan. Nyaris selalu mengikuti. Meski ada aksi saling lempar, ia tak takut.

Justru itulah yang paling dinanti warga. Sebab meriah dan seru. "Jadi ikut melestarikan budaya dari leluhur dulu," katanya.

Kepala Desa Gedangdowo Sutikno mengaku jika tradisi sawuran sudah dilakukan sejak nenek moyang. Sehingga pihaknya hanya meneruskan. Sebagai bentuk melestarikan budaya.

"Memang terkesan menghamburkan makanan dan mubazir. Tapi dampaknya nyatanya positif. Sebab hasil panen berlimpah," katanya.

Menurutnya meski ada aksi saling lempar, hal itu biasa. Sehingga tak ada warga yang saling dendam atau menimbulkan keributan.

"Itu bagian tradisi. Warga sudah memahami dan mengerti. Jadi aman dan lancar tak ada keributan," tambahnya. (tos/ali)

 

Editor : Abdul Rochim
#tradisi #blora #sego