BLORA, RADARPATI.ID - Bencana Longsor di pinggiran sungai Bengawan Solo direspon cepat oleh Pemerintah Kabupaten Blora.
Kamis (14/3), Bupati Blora Arief Rohman meninjau lokasi dan meminta kepala balai untuk memberikan penanganan kepada tebing sungai.
Bupati juga menyebut, penyebab longsor lainnya yakni banyaknya pertambangan pasir ilegal.
Bahkan, tak sekadar peninjauan dan komunikasi saja. Bupati Blora Arief Rohman akan berencana untuk pergi ke Jakarta menemui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar longsor yang terjadi di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo dapat segera diperbaiki.
"Saya besok ke Jakarta salah satu agendanya ke Kementerian PUPR agar tidak hanya dibronjong tetapi harus dipakubumi karena kerusakannya sangat parah," terangnya.
Arief saat memantau longsor mengatakan terdapat tiga titik longsor di pinggiran sungai Bengawan.
Yaitu di wilayah Kecamatan Cepu, Kedungtuban, dan Kradenan.
Dia akan melakukan tindakan tegas dalam menertibkan tambang liar yang dirasa sangat merugikan.
"Saya minta daerah Kedungtuban itu kan banyak penambang liar pasir ya. Itu dari balai menyampaikan salah satu yang bikin longsor dan tergerus ya itu,
saya minta dari kepolisian juga membantu untuk menertibkan ini, biar penambang pasir ilegal ini bisa ditertibkan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, jalan penghubung Desa Ngloram dengan Desa Gadon yang berada di Kecamatan Cepu terputus akibat tergerus arus sungai Bengawan Solo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (12/3) malam pukul 23.00. (ari/ali/ade)
Editor : Alfian Dani