Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Digerus Bengawan Solo, Jalan Ngloram-Gadon Blora Ditutup

Arif Fakhrian Khalim • Kamis, 14 Maret 2024 | 08:00 WIB
DITUTUP: Kejadian longsor  menggerus jalan dii Desa Panolan, Kedungtuban kemarin.
DITUTUP: Kejadian longsor menggerus jalan dii Desa Panolan, Kedungtuban kemarin.

Akibat Gerusan Sungai Bengawan Solo

BLORA, RADARPATI.ID - Dalam sehari (13/3) kemarin, terjadi bencana longsor yang diakibatkan Gerusan Sungai Bengawan Solo di dua lokasi yang berbeda.

Tepatnya di Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban pada sore hari, dan di Desa Gadon Kecamatan Cepu longsor terjadi pada malam hari pada pukul 23.00.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Blora Samgautama Karnajaya mengatakan, kedua longsoran tersebut memiliki diameter yang berbeda-beda.

Berdasarkan laporan dari pusat pengendalian operasi penanggulangan (Pusdalops) BPBD dan Bidang Bina Marga PUPR Blora.

Longsor di Desa Panolan itu sepanjang 30 meter dengan lebar 7 meter dan tinggi sekitar 8 meter.

Longsoran tersebut mengakibatkan putusnya jalan desa dan mengancam empat rumah warga jika terjadi longsor susulan.

"Sedangkan longsoran di Desa Gadon lebih besar daripada longsoran di Desa Panolan. Longsor sepanjang 70 meter dengan lebar 10 meter dan tinggi 9 meter itu memutus akses jalan kabupaten di Jalan Ngloram-Gadon.

Bupati Blora saat cek langsung bencana longsor Jalan Ngloram-Gadon yang diakibatkan Gerusan Sungai Bengawan Solo.
Bupati Blora saat cek langsung bencana longsor Jalan Ngloram-Gadon yang diakibatkan Gerusan Sungai Bengawan Solo.

Longsoran itu mengakibatkan satu rumah warga milik Sukiran harus waspada. Sebab, rumahnya yang hanya berjarak dua meter dari bibir longsor," jelasnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mengatasi longsoran akibat luapan air dari Sungai Bengawan Solo.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPBD Blora, Polsek dan Kodim untuk mengawasi adanya pergerakan tanah atau longsor susulan.

"Untuk saat ini, akses jalan di kedua longsoran kami paksa untuk ditutup. Sebab, ketika dilewati terus menerus akan menyebabkan tanah bergetar dan diameter longsoran akan meluas," ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyowati mengatakan, untuk saat ini laporan dari bencana longsor itu disebabkan adanya Gerusan dari luapan sungai dari Bengawan Solo.

Sebab, akhir-akhir ini kondisi curah hujan di Blora cukup tinggi.

"Kami selalu menghimbau kepada rumah-rumah yang berada di pinggiran sungai dan daerah yang rawan longsor untuk tetap siaga dan waspada.

Kami juga melakukan assessment dan pendataan warga yang terdampak longsor untuk penanganan tindak lanjut," ujarnya (ari/ade)

Editor : Alfian Dani
#bengawan solo #ditutup #jalan #digerus longsor #blora