Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemkab Blora Raih Penghargaan Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes

Arif Fakhrian Khalim • Selasa, 12 Maret 2024 | 21:25 WIB

 

PENCAPAIAN: Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat (kiri) menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan
PENCAPAIAN: Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat (kiri) menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan

BLORA, RADARPATI.ID - Pemerintah Kabupaten Blora berhasil meraih penghargaan di bidang kesehatan, tepatnya dalam menangani penyakit menular Frambusia.

Penghargaan yang diberikan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati yang mewakili Bupati Blora Arief Rohman di Jakarta (6/3) kemarin.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengatakan, Alhamdulillah Kabupaten Blora berhasil mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan dengan bebas penyakit menular Frambusia.

Pihaknya hadir mewakili Bupati Blora Arief Rohman pada peringatan hari Neglected Tropical Diseases (NDT) sedunia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

"Penghargaan yang diterima Kabupaten Blora ini sebagai bentuk kerja keras semua pihak dalam melakukan pencegahan penyakit menular. Insyaallah Blora aman dari penyakit Frambusia, dan selama ini tidak pernah melihat anak terkena penyakit itu," ujarnya.

Dia menambahkan, Blora jadi salah satu daerah dari 99 kabupaten dan kota yang menerima sertifikat bebas Frambusia pada 2024.

Penanganan Frambusia merupakan salah satu prioritas Pemerintah Indonesia untuk dituntaskan selain Kusta, kaki gajah, cacingan dan demam keong.

 

"Sertifikat BBaca Juga: Bangga! Dua Tahun Berturut-turut Kabupaten Blora Raih Adipuraebas Frambusia ini didapatkan melalui perjuangan yang panjang karena dimulai dengan survailance mencari penyakit frambusia oleh Dinas Kesehatan Blora sampai tidak diketemukan kemudian dilakukan verifikasi oleh Kemenkes. Kedepannya akan kami pertahankan penghargaan ini," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Blora Edi Widayat mengatakan, Frambusia merupakan salah satu infeksi bakteri menahun yang bisa menyerang kulit, tulang, dan sendi.

Penyakit frambusia merupakan jenis penyakit yang bisa menular melalui kontak erat dengan penderita.

Monitoring juga terus dilakukan oleh tim penilai eradikasi frambusia atau patek.

"Gejalanya kalau terkena frambusia itu sebetulnya ada luka, kemudian lukanya tidak sembuh- sembuh. Selanjutnya luka itu mengeluarkan bau dengan sendirinya. Kemudian jika ada, tolong kalau segera diperiksakan di puskesmas atau pelayanan kesehatan yang terdekat," ujarnya.

Dia menambahkan, upaya pencegahan dan penanggulangan patek terus dilakukan.

Tujuannya untuk mewujudkan Blora bebas frambusia.

Pihaknya juga berterima kasih kepada petugas yang memberikan pelayanan tanpa putus asa dan semangat dalam mewujudkan Blora bebas Frambusia.

"Jadi, kalau ada penderita satu yang menderita di rumah itu nanti bisa menular ke yang lain. Yang jelas frambusia itu memang kuman yang muncul akibtar kurangnya kebersihan diri,"ucapnya (ari/amr)

Editor : Syaiful Amri
#Wakil Bupati Blora #Tri Yuli Setyowati #Bupati Blora Arief Rohman #Pemkab Blora #kemenkes