Jamin Rumah Layak Huni
BLORA, RADARPATI.ID - Kabupaten Blora gencar dalam upaya penuntasan kemiskinan ekstrem.
Di antaranya dengan melakukan penyaluran untuk bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).
Hingga berupaya menjamin kesehatan melalui perbaikan sanitasi masyarakat kurang mampu.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Mahbub Djunaidi mengatakan, Pemkab Blora sudah menetapkan 51 desa di 16 kecamatan sebagai sasaran prioritas penanganan kemiskinan ekstrem.
Pemilihan 51 desa itu merupakan bagian dari upaya menekan angka kemiskinan, sekaligus sebagai tindak lanjut dari program prioritas nasional untuk provinsi dan daerah. Menurutnya, Blora masih memiliki warga berkategori miskin ekstrem.
"Kemiskinan ekstrem merupakan kondisi di mana masyarakat berada di bawah garis kemiskinan atau setara dengan pendapatan per hari per Kepala Keluarga sebesar Rp 11 ribu,” jelasnya.
Ketua Baznas Kabupaten Blora Achmad Surat mengatakan sejauh ini pihaknya telah menyalurkan bantuan untuk RTLH sebanyak 20 rumah.
Dengan total anggaran Rp 281 juta. Dari jumlah tersebut 10 di antaranya untuk program percepatan penuntasan kemiskinan ekstrem.
"Untuk targetnya sendiri dari Baznas ada sekitar 60 rumah yang mana kaitannya dengan program penuntasan kemiskinan ekstrem. Untuk sisa 50 unit rumah nanti jatahnya akan kita kejar," ujarnya.
Terpisah, selain itu Pemkab Blora juga mendapatkan bantuan rumah sederhana layak huni (RSLH) dari provinsi Jateng yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan swasta. Kerja sama tersebut berbentuk membangun 70 RTLH di Kawasan Cepu.
“Kami atas nama Pemkab Blora mewakili masyarakat, menyampaikan apresiasi terima kasih kepada Pemprov Jateng yang berkolaborasi dengan perusahaan. Harapannya ini bisa membantu percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Blora,” papar Kepala Bappeda Blora A Mahbub Djunaidi.
Dia menambahkan, Blora merupakan salah satu kabupaten yang masih dalam zona merah kemiskinan di Jawa Tengah. Salah satu indikatornya adalah masih banyaknya rumah tidak layak huni.
"Selama ini dalam upaya penanganan, berbagai stakeholder ikut dilibatkan. Kolaborasi lewat CSR yang jumlahnya saat ini ada 85 dari berbagai perusahaan juga terus dilakukan," ungkap Kepala Bappeda Blora A Mahbub Djunaidi. (ari/war/ade)
Editor : Alfian Dani