Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lapak Buku hingga Pentas Puisi di Peringatan Hari Kelahiran Pramoedya Ananta Toer di Kabupaten Blora

Eko Santoso • Kamis, 8 Februari 2024 | 05:37 WIB
LAPAK BUKU: Pengunjung saat menikmati pameran di acara peringatan lahirnya Pramoedya Ananta Toer, Blora.
LAPAK BUKU: Pengunjung saat menikmati pameran di acara peringatan lahirnya Pramoedya Ananta Toer, Blora.

BLORA,RADARPATI.ID - Peringatan ke- 99 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer di Kabupaten Blora digelar dengan balutan pesan moral.

Acara di Omah Talang Bocor, Selasa (6/02) itu, berlangsung sederhana, namun penuh makna.

Beberapa acara yang tersaji meliputi pameran buku, puisi, jemur puisi, kolase plastik, mimbar bebas, hingga pameran seni sablon cukil.

Dari serangkaian acara itu ada satu benang merah yang sama.

Yakni upaya untuk mengenalkan Pramoedya Ananta Toer ke publik dan sekaligus upaya menyampaikan pesan moral ke masyarakat.

Dua tujuan itu tampak jelas misalnya dari hasil seni rupa sablon cukil yang dipajang.

Hasil sablon dengan menggunakan tinta itu ditaruh pada media kertas, karton yang kemudian dipajang dengan menggunakan wadah dari anyaman bambu.

Dalam seni sablon cukil itu mereka menampilkan wajah Pramoedya Ananta Toer. Selain itu juga pesan-pesan sosial.

Seperti "Korupsi itu keji, fakir miskin dan anak terlantar dijadikan alasan hutang negara yang dikorupsi pejabatnya. Dilindungi oleh undang-undang dan kawananya. Maka bersatu dan melawan",

"Korupsi penyakit negara. Berantas bersama dari kaki hingga kepala".

Baca Juga: Banjir Rendam Pendapa Kabupaten Grobogan, Pegawai dan Siswa Diliburkan

Adalagi "1,2, dan 3 serta partai lainnya semua sama. Sama-sama bohongnya. Pilih boleh. Tidak memilih boleh. Jangan memaksa. Itu hak gua. Bebas memilih tanpa paksaan",

"Kami berhak menentukan nasib sendiri dan hidup layak tanpa penggusuran", kemudian "Persenjatai diri dengan membaca",

"Alamku dimuseumkan", hingga "Surga itu ada di sini. Kita jaga bersama. Nusantara".

Ikhsan salah satu pegiat perpustakaan jalanan Blora selaku pihak yang menyelenggarakan acara itu menyebut Pramoedya Ananta Toer merupakan penulis kelas dunia.

Sempat enam kali jadi nominator penghargaan Nobel. Tapi sayang di Blora masyarakat kurang mengenal.

Sehingga pihaknya menyelenggarakan acara tersebut. Dengan tema Acara itu bertema Nyanyian Sunyi Dalam Ingatan.

"Pram itu dari Blora, dan ini momen penting, tanggal kelahiran Pramoedya," katanya.

Menurutnya selain dikenal penulis dan sastrawan kondang, Pram dihargai karena idealismenya. Memperjuangkan nilai-nilai yang dijunjung. Seperti keadilan juga kemanusiaan.

"Nah kami di sini berekspresi atas hal-hal tersebut," tambahnya.

Menurutnya terkait sablon cukil itu selain dari perpustakaan jalanan Blora juga dibantu komunitas dari Yogyakarta. Yakni Taring padi. (tos/ade)

HUMAS BPPSDMP
HUMAS BPPSDMP
Editor : Alfian Dani
#pramoedya ananta toer #hari kelahiran #Kabupaten Blora #blora