Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Cegah Inflasi, Pemkab Blora Gerojok Beras Murah

Alfian Dani • Kamis, 8 Februari 2024 | 05:00 WIB
ANTRE: Warga mulai mengantre untuk membeli beras bansos di pasar gerakan pangan murah.
ANTRE: Warga mulai mengantre untuk membeli beras bansos di pasar gerakan pangan murah.

BLORA, RADARPATI.ID - Tujuh ton beras murah dijual untuk pencegahan inflasi harga pangan. Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP 4) Blora mengingatkan PNS untuk tidak ikut membeli beras murah.

Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Ngaliman mengatakan, sebelum hari libur ini pihaknya mengadakan gerakan pasar murah sebagai penekanan inflasi.

Hal itu ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan beras murah daripada yang ada di toko atau pasar.

"Melihat antusiasme masyarakat itu menandakan kalau harga beras di pasaran itu memang mengalami kenaikan.

Jadi lebih dari 100 orang dalam satu jam ini berniat untuk membeli beras murah seharga Rp 10.500," ucapnya.

Kepala Bidang Pangan DP 4 Blora Nugraheni Wahyu Utami mengatakan, untuk beras-beras yang disalurkan ke masyarakat ini berasal dari cadangan beras bahan pangan.

Ini beras yang dijual dengan harga murah ada sekitar lima ton dari Bulog dan dua ton dari beras Gapoktan.

"Beras-beras yang dijual dengan harga murah ini memang untuk semua kalangan masyarakat ya. Akan tetapi untuk pegawai dinas atau yang naik plat merah ini jangan sampai beli beras murah juga.

Difokuskan untuk mereka yang membutuhkan beras dengan harga yang murah,"ucapnya.

Dia menjelaskan, kalau ada yang beli beras pangan murah dengan menggunakan plat merah atau pegawai dinas segera dilaporkan.

Beras pangan nasional ini diberikan harga murah dengan satu kilo diberi harga Rp 10 ribu dan untuk lima kilo diberi harga Rp 51 ribu.

Uni Sugara, salah satu pembeli mengaku senang dengan adanya gerakan pangan murah di tengah-tengah kenaikan harga pangan pasar.

Ia mengungkapkan kesenangannya dengan membeli 10 beras sekaligus untuk dijadikan konsumsi sekeluarga.

"Saya beli 10 beras ini bisa sampai satu bulan sudah habis. Beli banyak ini karena ditengah-tengah musim yang sulit ini cari bahan pangan terutama beras itu susah.

Apalagi di pasar beras standard itu sudah Rp 11 sampai Rp 15 ribu," ujarnya. (ari/ade)

APRESIASI KHUSUS: Ketua Kadin Banyuwangi menyerahkan souvenir dan uang pembinaan kepada Kustarto Rifki Taufani dari PT Maya yang sudah mendapatkan nilai tertinggi
APRESIASI KHUSUS: Ketua Kadin Banyuwangi menyerahkan souvenir dan uang pembinaan kepada Kustarto Rifki Taufani dari PT Maya yang sudah mendapatkan nilai tertinggi
GEMBLENGAN SEMINGGU: Peserta pelatihan pelatih kerja usai menjalani ujian praktik, Rabu (7/2)
GEMBLENGAN SEMINGGU: Peserta pelatihan pelatih kerja usai menjalani ujian praktik, Rabu (7/2)
Editor : Alfian Dani
#cegah inflasi #beras murah #Pemkab Blora #blora