BLORA, RADARPATI.ID - Program pertanian organik di Kota Sate perlu dikembangkan.
Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP 4) Blora menghimbau seluruh desa untuk menggunakan 20 persen dana desa untuk program pertanian organik.
Hal tersebut ditingkatkan untuk mewujudkan cita-cita Blora sebagai kabupaten organik.
Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP 4) Blora Ngaliman mengatakan, setelah tahun lalu melaunching 30 lokasi di seluruh kecamatan di Kabupaten Blora.
Untuk tahun ini target dari Pemkab Blora sendiri yakni seluruh desa yang memiliki potensi peternakan harus mengembangkan pertanian organik.
"Gerakan masyarakat untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk organik harus dilaunching di seluruh desa. Sebelum launching pembuatan pupuk organik itu harus diawali dengan adanya pelatihan pada sejumlah kelompok tani," jelasnya.
Dia menjelaskan, untuk mewujudkan hal tersebut setiap desa harus meluangkan 20 persen dari dana desa untuk program Gerakan Sejuta Umat. (ari/him/amr)
Hal itu perlu dilakukan agar supaya Pemkab Blora bisa menjadi kabupaten sangat terinovatif di Indonesia.
Terpisah, Kepala Bidang Penataan, Pengembangan dan Pengelolaan Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blora Suwiji menjelaskan, launching program Sejuta Kotak Umat itu masuk di kegiatan ketahanan pangan dan hewani.
Sesuai dengan regulasi di 2024 ini, dana desa minimal 20 persen dari dana pagu desa harus diprioritaskan terkait program itu.
"Tahun kemarin sudah dicanangkan oleh pak bupati bahwa tahun ini Blora dijadikan kabupaten organik," jelasnya.
Dia menjelaskan salah satu upaya dalam rangka mewujudkan program pak bupati itu dengan meminta desa untuk menganggarkan kegiatan pelatihan pengolahan pupuk organik.
Selaian itu, desa yang sudah melaunching itu kami minta untuk ditingkatkan lagi dengan menggunakan dana desa,(ari)
Editor : Abdul Rochim