BLORA, RADARPATI.ID – Lapangan Golf di Kabupaten Blora mangkrak. Kurang terurus. Ironisnya, tempat tersebut justru menjadi tempat mojok muda-mudi. Sehingga membuat masyarakat sekitar prihatin.
Saat pantauan ke lapangan, area seluas 10 hektare itu tampak tak terawat. Gapura depan penuh coretan. Begitu pula area dalam. Ada gazebo yang bangunannya sudah rapuh.
Lurah Kunden Fiqri Hidayat menyebut di bagian utara masih digunakan. Sementara di bagian selatanlah yang terkesan mangkrak.
Di bagian selatan itu banyak ditumbuhi pepohonan. Semak. Tampak rimbun.
"Banyak tempat rimbun, ditengarai warga jadi tempat nongkrong. Sehingga kami tingkatkan patroli," katanya.
Menurutnya lapangan golf tersebut secara administratif masuk wilayah Kelurahan Kunden. Meski secara pengelolaan di bawah Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.
"Jadi kami ikut mengawasi saja. Sejauh ini kami dengan Dinporabudpar sudah koordinasi cuma belum maksimal," jelasnya.
Pihaknya menyebut dengan aset sebesar itu, harapannya pemerintah kabupaten Blora bisa berbuat banyak.
Dengan optimalisasi semacam membuat kegiatan dan event. Sehingga bisa berdampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kunden Bripka Teguh Waluyo kerap mendapat laporan tempat tersebut kerap dijadikan untuk mesum.
Saat ada laporan, biasanya pihaknya langsung terjun ke lokasi.
"Kami kerap menemukan sepasang orang bukan suami istri. Melakukan perbuatan tak semestinya," tuturnya.
Pihaknya juga beberapa kali menemukan alat kontrasepsi, tisu magic, hingga bungkus jamu kuat di lapangan golf sebelah selatan itu.
"Kalau menemukan biasanya malam. Kalau siang pernah juga. Kadang anak sekolah. Kalau malam kebanyakan yang sudah dewasa," paparnya.
Menurutnya kerap juga tempat tersebut kerap jadi nongkrong anak-anak sekolah. Di bawah umur. Biasanya mereka nongkrong saat sepi.
"Jam satu siang begitu kadang. Cuma kebanyakan tetap makan," imbuhnya.
Pihaknya pun berharap lapangan golf tersebut bisa dioptimalkan untuk kegiatan positif. Event. Dan lain sebagainya.
Sehingga ramai dan meminimalisir digunakan untuk hal-hal negatif.
Kabid Pemuda dan Olahraga Dinporabudpar Rustam menjelaskan terkait lapangan golf memang kurang terawat karena terbatasnya anggaran.
"Lapangan sebenarnya masih dipakai. Cuma untuk perawatan memang kami belum bisa berjalan karena terkendala anggaran. Untuk jangka panjangnya seperti apa kami belum tahu," tambahnya. (tos/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab