BLORA, RADARPATI.ID – Penganiayaan terhadap remaja oleh orang tak dikenal berlangsung di depan Batalyon Infanteri 410/Alugoro tengah malam dua hari lalu.
Korban penganiayaan yakni pemuda warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon.
Saat menyusuri kabar tersebut, kediaman korban yang berada di RT 03/RW 01 rumah nomor 57 tampak sepi.
Rumah bercat biru putih yang berada di belakang kantor balai desa itu tertutup. Tak ada orang.
Tetangga korban yang enggan disebutkan namanya menyebut, keluarga di rumah tersebut sedang di rumah sakit di Rembang.
Lantaran PWF, remaja yang diduga dianiaya oknum berseragam di depan Batalyon Infanteri 410/Alugoro opname.
"Semua sedang di rumah sakit mas. Kemarin saya juga habis jenguk. Kalau hari ini masih belum bisa balik," imbuhnya (28/12/2023).
Menurutnya PWF sedang mengalami luka parah. Hingga sempat koma.
Baca Juga: Waduh! Inilah Penyebab Turunnya Populasi Sapi di Blora Tahun 2023
Bahkan ia tak bisa menjenguk dari jarak dekat. Hanya dari kejauhan.
Kaur perencanaan Desa Kasiyanto menyebut jika mengetahui bahwa PWF memang berada di rumah sakit dari kabar yang beredar.
Ia tak tahu pasti apa persolan yang mendasari yang bersangkutan sampai dianiaya oknum.
Baca Juga: Pamitnya Salawatan, Nyatanya Tawuran, Gengster Pelajar Sujud di Kaki Orangtua Usai Tertangkap
"Dengar-dengar dari kabar korban malam-malam pulang ke rumah lewat depan Batalyon Infanteri 410/Alugoro. Dan tiba-tiba ada yang menganiaya," katanya.
Namun ia tak tahu pasti apa alasan korban dianiaya hingga mengalami luka parah.
Pihaknya juga tak tahu pasti siapa yang melakukan penganiayaan.
"Keluarga korban juga tertutup. Tak memberitahu," paparnya.
Menurutnya korban merupakan remaja kelahiran 2004. Yang usai lulus dari sekolah menengah atas. (tos/him)