Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Begini Kondisi Remaja yang Dihajar di Depan Markas Alugoro Blora

Eko Santoso • Jumat, 29 Desember 2023 | 17:04 WIB
SEPI: Lokasi yang diduga terjadinya penganiayaan. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
SEPI: Lokasi yang diduga terjadinya penganiayaan. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

 

 

 

BLORA, RADARPATI.ID – Penganiayaan terhadap remaja oleh orang tak dikenal berlangsung di depan Batalyon Infanteri 410/Alugoro tengah malam dua hari lalu.

Korban penganiayaan yakni pemuda warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon.  

Saat menyusuri kabar tersebut, kediaman korban yang berada di RT 03/RW 01 rumah nomor 57 tampak sepi.

Rumah bercat biru putih yang berada di belakang kantor balai desa itu tertutup. Tak ada orang.  

Tetangga korban yang enggan disebutkan namanya menyebut, keluarga di rumah tersebut sedang di rumah sakit di Rembang.

Lantaran PWF, remaja yang diduga dianiaya oknum berseragam di depan Batalyon Infanteri 410/Alugoro opname.  

 

"Semua sedang di rumah sakit mas. Kemarin saya juga habis jenguk. Kalau hari ini masih belum bisa balik," imbuhnya (28/12/2023).  

Menurutnya PWF sedang mengalami luka parah. Hingga sempat koma.

Baca Juga: Waduh! Inilah Penyebab Turunnya Populasi Sapi di Blora Tahun 2023

Bahkan ia tak bisa menjenguk dari jarak dekat. Hanya dari kejauhan.  

Kaur perencanaan Desa Kasiyanto menyebut jika mengetahui bahwa PWF memang berada di rumah sakit dari kabar yang beredar.

Ia tak tahu pasti apa persolan yang mendasari yang bersangkutan sampai dianiaya oknum. 

Baca Juga: Pamitnya Salawatan, Nyatanya Tawuran, Gengster Pelajar Sujud di Kaki Orangtua Usai Tertangkap  

"Dengar-dengar dari kabar korban malam-malam pulang ke rumah lewat depan Batalyon Infanteri 410/Alugoro. Dan tiba-tiba ada yang menganiaya," katanya.  

Namun ia tak tahu pasti apa alasan korban dianiaya hingga mengalami luka parah.

Pihaknya juga tak tahu pasti siapa yang melakukan penganiayaan.  

"Keluarga korban juga tertutup. Tak memberitahu," paparnya.  

Menurutnya korban merupakan remaja kelahiran 2004. Yang usai lulus dari sekolah menengah atas. (tos/him)

 

 

MENGINSPIRASI: Sekdaprov Jatim Adhy Karyono memberikan penghargaan kepada Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto (kanan) di aula Hotel Grand Dafam Surabaya, Selasa (21/11). (DKPP SUMENEP UNTUK JPRM)
MENGINSPIRASI: Sekdaprov Jatim Adhy Karyono memberikan penghargaan kepada Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto (kanan) di aula Hotel Grand Dafam Surabaya, Selasa (21/11). (DKPP SUMENEP UNTUK JPRM)
INOVATIF: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto. (DKPP SUMENEP UNTUK JPRM)
INOVATIF: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto. (DKPP SUMENEP UNTUK JPRM)
MENUJU PASAR INTERNASIONAL: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto (kiri) mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menggunting melati tanda pelepasan pemberangkatan ekspor produk bawang goreng.
MENUJU PASAR INTERNASIONAL: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto (kiri) mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menggunting melati tanda pelepasan pemberangkatan ekspor produk bawang goreng.
PRESTASI: Wali Kota Eri Cahyadi (tiga dari kanan) menerima penghargaan Smart Government dan Smart Environment dari Kemenkominfo RI di Forum Smart City Nasional, Pameran dan Awarding.
PRESTASI: Wali Kota Eri Cahyadi (tiga dari kanan) menerima penghargaan Smart Government dan Smart Environment dari Kemenkominfo RI di Forum Smart City Nasional, Pameran dan Awarding.
Editor : Achmad Ulil Albab
#kritis #remaja #Alugoro #oknum #jepon #korban #blora #penganiayaan